"Di kepala saya, kamu adalah orang terakhir yang saya harapkan menghakimi saya. Terima kasih telah membuktikan saya salah secepat ini. Saya tidak punya cukup waktu untuk menjelaskan diri saya ke kamu."
Dia lalu pergi. Hilang bersama kenangan. Ditelan genangan.
Hujan menembus awan. Bintang-bintang kesepian. Langit muram.
Saya tetap tinggal.
Mereka menghilang.
Sabtu, 10 Januari 2015
Kamis, 08 Januari 2015
Abaka
Saya tahu.
Saya tahu dari gerik tubuhmu, mereka tak pandai menipu. Saya tahu dari senyum malu-malumu. Saya tahu dari suara kenesmu. Saya tahu dari bibirmu yang lebih merah muda ketika akan bertemu dengannya. Saya tahu dari mata berbinarmu. Saya tahu dari rokmu yang mensubtitusi jeans belelmu. Saya tahu dari renda pita yang mengkomplementer rambut ikalmu. Saya tahu dari pinsil alismu, dari maskaramu, dari foundationmu, dari bedakmu.
Saya tahu kamu jatuh cinta padanya.
Tapi sayang kamu tidak tahu.
Saya tahu dari gerik tubuhmu, mereka tak pandai menipu. Saya tahu dari senyum malu-malumu. Saya tahu dari suara kenesmu. Saya tahu dari bibirmu yang lebih merah muda ketika akan bertemu dengannya. Saya tahu dari mata berbinarmu. Saya tahu dari rokmu yang mensubtitusi jeans belelmu. Saya tahu dari renda pita yang mengkomplementer rambut ikalmu. Saya tahu dari pinsil alismu, dari maskaramu, dari foundationmu, dari bedakmu.
Saya tahu kamu jatuh cinta padanya.
Tapi sayang kamu tidak tahu.
Selasa, 06 Januari 2015
Iya, Kamu.
Gimana ya cara saya bilang ke teman saya bahwa hidup bukan hanya tentang jatuh cinta dengan orang yang salah?
Langganan:
Komentar (Atom)