Selasa, 06 Juni 2017

Sakura

I’m better without you. That’s the lie I’ve been telling myself to.

“Saya rasa akan ada satu masa kamu mendapat cinta yang istimewa.” Kamil mengatakannya juga ke Sofi, setelah gadis itu berkali-kali menggodanya.
“Saya sudah punya istri, menuju tua. Kamu masih muda dan cantik, bisa mendapatkan banyak lelaki lainnya. Saran saya, sebagai seorang bapak beranak perempuan, dan sebagai seorang teman, pilihlah lelaki baik-baik. Jadilah wanita baik-baik.”
Sofi mendengarkan dalam diam. Kata-kata yang menghujam bagai es: tajam dan dingin. “Andai kita bertemu lebih cepat ya, Pak. Saya akan berusaha lebih giat mendapatkan hati Bapak.” Akhirnya hanya itu yang bisa ia katakan.
Seharusnya lelaki pada umumnya akan tergoda. Tapi, Kamil berbeda. Ia tahu gadis itu hanya sedikit latah. “Ketika kamu bertemu cinta yang benar-benar untukmu, kamu akan berterima kasih tidak dari dulu kita dipertemukan.”
“Saya harap memang begitu….” Lalu Sofi pergi, air matanya hampir tumpah.
Kamil menghisap rokoknya, dengan tulus mendoakan gadis itu yang terbaik.