Ada seorang perempuan berpikir bahwa nilainya adalah dari tubuhnya. Maka ia terima saja ketika kekasihnya mulai nakal menjamah, walau tak rela.
Ada seorang perempuan berpikir bahwa nilainya adalah dari wajahnya. Maka ia terima saja ketika cantiknya dijual, walau ia pun mulai lelah.
Ada seorang perempuan berpikir bahwa nilainya adalah dari otaknya. Lalu ia sangka semua yang datang padanya hanya mau memanfaatkannya.
Ada seorang perempuan berpikir bahwa nilainya adalah dari hatinya. Maka ia yang awalnya tulus kemudian bersusah payah mempertahankan kebaikannya.
Ada seorang perempuan berpikir bahwa nilainya adalah dari imannya. Perlahan ego datang, lalu tanpa sadar ia menganggap perempuan lain tak lebih baik darinya.