Jumat, 02 Mei 2014

Gela(p)gapan


Kalau gelap bisa memilih nama
Mungkin gelap tak diacuhkannya
Dan akan memilih nama manis seperti senja, pagi, atau jiwa

Gelap tidak memilih sedih
Atau menjadi tempat sembunyi
Ia lebih suka menjadi ceria atau mungkin tawa

Gelap bukan ingin menjadi terang
Ah mungkin sedikit ingin
Tapi ia hanya berharap harapan, bukan jalan buntu

Gelap suka dongeng, kadang juga suka jus buah
Bodoh, mereka malah sering memberi gelap stensil
Dan, oh, bukan itu maksud gelap. Buahnya terlalu masam!

Gelap suka seni, gelap suka sastra
Gelap suka menari, suka juga menggambar
Tapi tolong beri gelap warna merah muda

Gelap pintar menjahit, gelap pandai memasak
Tapi mereka tidak pernah tahu
Karena gelap seharusnya tidak melakukan itu

Gelap tidak suka menghilang
Tapi tidak suka juga kalau datang
Ah banyak hal yang gelap tidak suka

Gelap tidak suka misterius
Ia tidak suka tawa tangis atau teriakan putus asa itu, apalagi kuduk merinding itu
Bertemu gelap, mereka gampang ketakutan

Gelap benci menjadi gelap
Lebih benci lagi ketika ia benci menjadi gelap
Gelap pikirkan orang-orang sepi itu, kasihan mereka!

———————


Jadi sekarang tiap senin sore di BOE kita ada acara apresiasi puisi. Dan ini salah satu puisi yang saya buat inspired by tema minggu depan yaitu "GELAP". Excited!! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar