Setiap detiknya kita memilih. Memilih jalan yang ditempuh, memilih memori
yang akan dikenang, memilih teman-teman yang tetap tinggal.
Misalnya saja ketika saya memilih memiliki kenangan pleno pertama
BOE daripada kenangan pertemuan ketiga kelas bahasa isyarat.
Misalnya saja ketika memilih untuk datang ke kampus ngerjain
tugas daripada ngelanjutin jalur kereta sampai Depok Baru buat ketemu anak-anak
SLB.
Misalnya saja ketika memilih nginep di kosan daripada di
Kalibata.
Sederhana mungkin kedengarannya, tapi buat saya yang freak
banget sama memori, hal-hal sepele ini berarti. Ketika mengambil keputusan,
kebanyakan poin pertama buat saya adalah apakah ini akan menghasilkan kenangan
yang menyenangkan? Ketika saya memilih ini dibandingkan itu, apakah akan
sepadan?
Banyak pilihan yang saya syukuri, lumayan
banyak juga yang saya sesali tapi tetap saya anggap sebagai kenangan berharga (minimnya ingatan apa yang terjadi ketika saya memilih hal yang kurang tepat).
Setiap langkah bisa sangat menentukan, semua lari bisa
membawa perbedaan, dan segala pilihan yang berbeda akan mengangkut perubahan yang berbeda pula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar