Jumat, 17 April 2015

Alun-Alun Waktu


Jam dinding diam, sekelilingnya berputar. Tetes air terdengar. Gadis itu ingin menutup mata, juga telinga, apa daya tangannya kaku. Tangan lain menjamah. Hatinya beku. Seumur hidup ia kira manusia baik semua. Ternyata ada maunya. Sepanjang usia ia kira tiap jiwa tanpa pamrih. Ia harus membayar mahal. Harga dirinya murah.

Jam dinding berputar, sekelilingnya diam. Ia kembali ke masa lalu. Saat roti enak dan selimut tebal ada untuknya tiap malam. Kini yang datang mereka yang tak diharapkan. Ia teringat ibunya, mencoba melupakan abangnya. Ia akan selalu merengek meminta disenandungkan nyanyian merdu ibunya. Ia akan selalu merengek, hanya lagu pilu. Ia berkelana ke masa depan. Terhempas. Ia di masa sekarang. Dingin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar