Sabtu, 18 April 2015

-Ti-Tik-

Dalam sepenggal lirik pagi, embun berpuisi, "Matahari yang indah, bersinar secerah yang kau bisa. Di sini aku menantimu, walau kau kan buatku binasa. Manusia yang angkuh, kau bebas mengagumiku."

Wajah lelah. Mata penuh luka. Nona, kau lupa tidak semua manusia punya hidup yang sama. Buatmu, hidup itu mudah. Buatku, lain lagi adanya. Nona, kau lupa, cerita tidak hanya seputar cinta pun kehilangan. Kisahku tentang bertahan. Kisahmu tentang tak dipermalukan. Nona, kau punya pilihan. Beribu banyaknya semau yang kau mau. Kenapa kau masih disini?

Tuan, bisakah kau hentikan waktu? Sekejap. Sebentar. Tuan, apa kau bisa mendongeng? Aku sedang ingin terlelap. Tuan, apa manusia diberi hati berbeda satu dan lainnya? Mengapa punyaku begitu lemah, sedang engkau segagah baja. Jiwa lelah. Senyap penuh luka. Kenapa aku tetap disini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar