Minggu, 19 Oktober 2014

17


Sering aku terhenti di persimpangan, tergelitik untuk melihat ke belakang. Kadang aku diam di ambang jalan, menolak melihat masa sekarang. Sayup bisik-bisik menghajar telinga, menusuk mata, menghantam hati. Ngilu. Perih. Lalu aku terselimuti hangat. Jiwanya melindungi, tak tega lihat aku hampir gila. Mungkin ini yang mereka sebut percaya. Tertatih-tatih aku mulai pulih, kembali berjalan walau tidak sebentar. Mungkin ini yang namanya usaha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar