Sering aku terhenti di persimpangan, tergelitik untuk
melihat ke belakang. Kadang aku diam di ambang jalan, menolak melihat masa
sekarang. Sayup bisik-bisik menghajar telinga, menusuk mata, menghantam hati.
Ngilu. Perih. Lalu aku terselimuti hangat. Jiwanya melindungi, tak tega lihat
aku hampir gila. Mungkin ini yang mereka sebut percaya. Tertatih-tatih aku
mulai pulih, kembali berjalan walau tidak sebentar. Mungkin ini yang namanya
usaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar