Tuan, apakah kita telah selesai? Atau memang tak pernah benar-benar memulai? Membingungkan bagaimana kisah yang berawal dengan indah bisa ditutup dengan pilu, atau setidaknya bagi diriku.
Siapa sangka sebuah pilihan yang ditentukan kata "ya" dan "tidak" bisa sangat menentukan jalan bagi kita semua, bahkan setelah bertahun-tahun kemudian. Tidak ada yang terjadi akibat kebetulan. Awalnya kupikir kalimat itu bercanda, tapi kini makin kutahu kebenaran tak kenal main-main.
Apa kabar dirimu disana? Apakah kamu tetap baik-baik saja? Misalnya kamu bertanya, aku disini sudah tidak apa-apa. Siapa sangka, awalnya yang kupikir hidup tidak akan pernah sama, memang ternyata menjadi lebih indah.
Kupikir hati dan jiwaku telah mati rasa, kupikir caraku memandang dunia akan berubah. Ternyata tuan, di sepanjang jalan, aku bertemu teman-teman baru, walau kuakui tidak ada yang se enerjik dirimu. Namun tuan, berkat mereka, aku punya kisah kemenanganku. Aku kini bahagia, jauh lebih bahagia daripada saat kita bersama.
Apakah kamu sedikit lebih lega mendengarnya? Atau seperti dulu, kekecewaanku kau tanggapi sambil lalu. Tidak masalah, entah orang seperti apa tuan sekarang, aku tetap nona yang sama. Jika bertemu, aku akan tetap menyapamu, aku akan tetap bersikap sebaik yang aku mampu. Namun kali ini, hatiku telah bebas. Rasaku telah lepas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar