Jika langit tak mencintai matahari, maka bulan tak akan iri.
Dan bumi tak akan memiliki pagi yang lebih lama, lebih indah.
Waktu selalu berputar, hidup cuma sebentar.
Apakah kau akan tetap tinggal? Tidakkah mereka mendengarkan?
Hatiku makin lapang, tanahku makin gersang.
Tuhan, apakah ini benar?
Anak menangis diseberang jalan.
Wanita mengaduh kesakitan.
Para ayah lalu kehilangan.
Ada dunia yang dipermainkan, keadilan lantas digadaikan.
Cinta ditulis, sedih dilukis.
Ada tokoh yang ditunggu, ada sosok yang menganggu.
Teman, apakah nyaman tetap temanmu?
Karena di kisahku, ia menghilang.
Gelas kaca berdentingan, silau kelap-kelip lampu kristal.
Ada pesta dansa, ada tarian penuh luka.
Nyanyian pilu ibu-ibu membahana, kalahkan seriosa gereja.
Hawa ketakutan, Adam lantas diam.
Hujan tak turun juga, perih singgah selamanya.
Harpa dibakar, suara dibungkam.
Lihat, disana mereka! Para wajah ketakutan.
Tuhan, tidakkah Kau punya kebenaran?
Bumi bergidik, langit menggeleng pelan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar