Lalu kau pelan-pelan datang. Mengubah sudut pandang ia yang
mulai sinis kepada dunia. Lalu kau ajari ia bahagia, sering membuatnya tertawa.
Lalu pelan-pelan ia belajar cinta. Lalu ia menerima, mencari cara pula agar
selalu diterima. Kadang membuat kesal, tapi diam-diam ingin cari perhatian,
ingin selalu disayang. Sayang, sampai kapan kau akan maklum? Kalau menangis
ingin selalu dikejar, kalau salah selalu kau yang ia salahkan. Pacarmu
kekanakkan, untung kau orang yang sabar :-)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar