Aku menyesapnya, panas, hangat.
Mataku meleleh.
Teringat rumah, teringat pulang.
Ibu, teringat bubur buatanmu, ini bubur rasa rindu.
Pernah kan saat kamu mengunyah sesuatu, mengecap, menyesap, dan menelannya, tiba-tiba kamu teringat kenangan yang jauh, yang bahkan kamu pikir kamu sudah lupa. Dulu, saat kecil saya sering sekali sakit. Setiap bulan selalu bolak-balik ke dokter. Hampir tiap waktu saya mengonsumsi obat. Jika sudah sembuh, tak lama kemudian akan sakit lagi, dan seterusnya. Saat-saat seperti itu, hidup saya terpusat di mama. Mama yang mengantar saya ke dokter, menemani saya mengantri, mengambil obat di apotek, memastikan saya minum obat walau sering mengomel karena saya bandel, memberi saya makanan enak (walau kadang tidak menyehatkan haha). Dan tiap saya sakit disini, saya selalu teringat mama, kompres es, dan bubur ayam tepi jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar