Senin, 10 November 2014

Tik.

Tik tok tik tok tik tok. 

Waktu itu saya hampir menyerah, tapi tidak terima untuk kalah. Siapa sangka di tik tok berikutnya saya lapang dada dan menemukan keluarga.

Tik tok tik tok tik tok.

Waktu itu kita masih bersama, penuh cerita dan bahagia. Siapa sangka di tik tok berikutnya kita berpisah, kau lelah, saya pun sama.

Tik tok tik tok tik tok.

Waktu itu kita berteman, sangat akrab walau tidak dekat. Siapa sangka di tik tok berikutnya kau bahkan segan menyapa, menganggap saya muka dua.

Tik tok tik tok tik tok.

Waktu itu kau bukan siapa-siapa, kita hanya bercakap sambil lalu yang tidak berarti apa-apa. Siapa sangka di tik tok berikutnya kau adalah orang terbaik di hidup saya.

Tik tok tik tok tik tok.

Waktu itu saya jatuh cinta dengan rumah tempat kita berada, saya lakukan semuanya sepenuh hati. Siapa sangka di tik tok berikutnya saya tidak masalah untuk pergi.

Tik tok tik tok tik tok.

Waktu itu saya menganggap saya tidak punya apa-apa. Siapa sangka di tik tok berikutnya saya salah, saya memiliki segalanya dan harus bahagia.

Tik tok tik tok tik tok.

Saya hanyalah saya. Kau bisa siapa saja. Kata bisa saja nyata.

Tik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar