Minggu, 30 November 2014

Jika dan Hanya Jika

Jika kau tak memiliki suara, apa kau akan tetap mencoba bicara?
Jika kau tak punya sepasang mata, apa kau masih menganggap dunia ini indah? Atau sebaliknya mungkin....
Jika kau tak lengkap tangan dan kaki, kau tentu sulit untuk pongah.
Jika dan hanya jika kau punya hati, tentu kau akan mengerti.
Jika dan hanya jika pikiranmu melesat, tentu kita tak perlu tersesat.

Manusia dikaruniai hati yang (seharusnya) lapang. Hati yang bisa jatuh cinta seribu kali. Hati yang bisa hancur lalu (di)bangun lagi. Hati yang tergugah. Hati yang setangguh besi. Manusia juga diberkahi pikiran yang (seharusnya) luas. Pikiran yang menuntun jalan. Pikiran yang membuat manusia berkembang, syukur-syukur jadi paham empati. Pikiran membantu hati paham, hati membantu pikiran merasa, meraba apa yang benar dan salah.

Pikiran dan hati satu nadi. Tapi mereka sering berkelahi. Hati lapang dan pikiran luas senang saling mendebat. Toh manusia punya andil tuk menengahi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar