Rabu, 03 Desember 2014

Duh, Gusti!



Duh Semar, kamu tidak lihat ya. 


Rahwana, Raja Rakshasa dari Kerajaan Alengka siapa tak kenal ia
Rahwana, makhluk agung raja tiga dunia, kuasai dedemit surgawi dan dunia
Berwatak setengah iblis akibat orgasme salah waktu Kaikesi dan Wisrawa
Kelahirannya tak diinginkan, tapi baktinya tak diragukan

Berkatnya, rumah paling miskin memiliki kendaraan emas di Alengka.
Tapi apakah kita harus dipimpin iblis agar sejahtera?
Pemimpin kita memang manusia, mungkin itu kelemahannya
Karena ia manusia serakah dan kita tak cukup berdaya

Ssshh... Namun, apa kamu tahu arti Rahwana?
Asal namanya dari tangis, "Ia yang Raungannya Dahsyat"
Konon bumi berguncang hebat saat kelahirannya
Sungguh sesuatu yang kuat disebut dari hal yang lemah.

Sayang ia gila wanita.

Sepuluh kepala Rahwana mencumbu sepuluh gadis berbeda sekaligus!
Keduapuluh tangannya sibuk menjamah sana sini
Menimbulkan erangan nikmat para bidadari
Untung kemaluannya hanya satu.

Loh kata siapa?

Ia tetap memuliakan Sita (Rama yang agung saja kalah)

Kenapa pula Rama mempertanyakan kesucian Sita
Bila ia tidak suci lantas kenapa, tega Rama membakar istrinya?
Tau begitu lebih baik ia serahkan diri ke Rahwana yang mencintainya
Tidak pernah Sita dihina, selalu dipuji dan diperlakukan mulia

Rama memang manusia sejati
Kupingnya tajam, matanya buta
Karena bisik-bisik rakyatnya
Sita yang bunting putranya, disuruh lari ke hutan seorang diri

Sungguh apa yang tampak belum tentu sebagaimana adanya
Sejarah selalu berulang, tak sama namun serupa
Kisah serakah, wanita, dan siapa yang sebenarnya (tidak) mulia
Rahwana kalah oleh manusia. Manusia kalah oleh manusia.

Loh, saya tidak menyudutkan siapa-siapa.

Tapi, Semar, apa lantas kamu percaya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar