Duh Semar, kamu
tidak lihat ya.
Rahwana, Raja
Rakshasa dari Kerajaan Alengka siapa tak kenal ia
Rahwana,
makhluk agung raja tiga dunia, kuasai dedemit surgawi dan dunia
Berwatak
setengah iblis akibat orgasme salah waktu Kaikesi dan Wisrawa
Kelahirannya tak
diinginkan, tapi baktinya tak diragukan
Berkatnya,
rumah paling miskin memiliki kendaraan emas di Alengka.
Tapi apakah
kita harus dipimpin iblis agar sejahtera?
Pemimpin kita
memang manusia, mungkin itu kelemahannya
Karena ia
manusia serakah dan kita tak cukup berdaya
Ssshh... Namun,
apa kamu tahu arti Rahwana?
Asal namanya
dari tangis, "Ia yang Raungannya Dahsyat"
Konon bumi
berguncang hebat saat kelahirannya
Sungguh sesuatu
yang kuat disebut dari hal yang lemah.
Sayang ia gila
wanita.
Sepuluh kepala
Rahwana mencumbu sepuluh gadis berbeda sekaligus!
Keduapuluh
tangannya sibuk menjamah sana sini
Menimbulkan
erangan nikmat para bidadari
Untung
kemaluannya hanya satu.
Loh kata siapa?
Ia tetap
memuliakan Sita (Rama yang agung saja kalah)
Kenapa pula Rama
mempertanyakan kesucian Sita
Bila ia tidak
suci lantas kenapa, tega Rama membakar istrinya?
Tau begitu
lebih baik ia serahkan diri ke Rahwana yang mencintainya
Tidak pernah
Sita dihina, selalu dipuji dan diperlakukan mulia
Rama memang
manusia sejati
Kupingnya
tajam, matanya buta
Karena
bisik-bisik rakyatnya
Sita yang
bunting putranya, disuruh lari ke hutan seorang diri
Sungguh apa
yang tampak belum tentu sebagaimana adanya
Sejarah selalu
berulang, tak sama namun serupa
Kisah serakah,
wanita, dan siapa yang sebenarnya (tidak) mulia
Rahwana kalah
oleh manusia. Manusia kalah oleh manusia.
Loh, saya tidak
menyudutkan siapa-siapa.
Tapi, Semar,
apa lantas kamu percaya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar