"Sshhh tenang, saya sedang sembunyi."
"Sembunyi dari apa?"
"Lari dari lara."
"Kamu sembunyi atau lari?"
"Saya sembunyi agar bisa lari."
Ruang yang berantakan. Hati yang tak karuan. Tetap, kebahagiaan akhirnya selalu datang, dengan pelan, dengan malu-malu (walau sering terang-terangan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar